Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Ds. Tambahagung melakukan Pendampingan dalam Pembuatan Aplikasi UMKM di Desa Tambahagung Sono Pati

 

Pati, 21 September 2021

Pada bulan September ini IAIN Kudus mengadakan KKN IK untuk mahasiswa semester 7. KKN IK IAIN Kudus ini dilakukan selama satu bulan. KKN IK IAIN Kudus dilakukan di empat Kabupaten yaitu Kudus, Demak, Jepara dan Pati. Untuk mahasiswa yang berada di Kabupaten Pati dikhususkan untuk melakukan KKN IK di Desanya masing-masing. Dikarenakan masih banyak wilayah yang belum level dua dan masih banyak warga masyarakat yang belum mengikuti dalam kegiatan Vaksinasi covid 19. Untuk itu Bapak Bupati Haryanto tidak membolehkan mahasiswa yang berada di Kabupaten Pati membuat Posko untuk kegiatan KKN IK dan harus berkegiatan di desanya masing-masing.

Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Desa Tambahagung sedang melakukan pendamapingan dalam pembuatan aplikasi UMKM di Desa Tambahagung. UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, Menengah. Adapun UUD yang mengatur UMKM adalah Undang-Undang No 20 Tahun 2008 bahwa pemerintah dan pemerintah daerah memfasilitasi pengembang usaha dengan cara memberi insentif kepada usaha mikro, kecil dan menengah mengembangkan teknologi dan kelestarian lingkungan hidup.

Kenapa UMKM harus Go digital ?

Pemasaran secara online sangatlah menguntungkan, mengapa? Karna jaringan internet yang luas kita dapat menemukan customer yang sangat banyak karena seperti yang kita tahu bahwa pengguna internet di dunia ini semakin lama semakin banyak. Peluang yang didapat dalam bisnis online sangatlah besar, kata Miftahur Rohmah (Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus). UMKM yang meningkat pesat didapat karena cepatnya penyebaran dan banyaknya jumlah orang yang melihat promosi anda dalam pemasaran. Dengan strategi pemasaran online ini seseorang dapat menemukan produk-produk kita karena mereka membutuhkannya.

UMKM yang ada di Desa Tambahagung sudah melakukan strategi tersebut. Ternyata mereka sudah posting-posting produk mereka di internet. Namun banyak dari sang pemilik usaha yang belum mahir dengan menggunakan aplikasi jualan di Internet. Kami dari Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Desa Tambahagung melakukan pendampingan dalam pembuatan aplikasi UMKM untuk membuat para pemilik usaha tidak kesusahan lagi dalam ber Usaha dengan menggunakan gadegt dimasa new normal.

Mahasiswa KKN IK IAIN Kudus Desa Tambahagung melakukan Pendampingan usaha di Desa Tambahgaung tepatnya di Dukuh Sono. Contoh dari UMKM di Desa Tambahagung adalah sebagai berikut :

  1. Warung Bu Rois (Rusmiati)

Warung Bu Rois ini berjualan sejak awal tahun 2021. Warung Bu Rois ini menjual makanan dan Minuman. Makanannya berupa Tekwan, Pempek dan Somay. Dan aneka minumannya seperti es teh dan es sirup. Warung bu rois ini sudah dipasarkan di media Sosial, Facebook, Wa dan juga dapat menerima pesanan.

  1. Penjual Tempe (Asmawati)

Penjual tempe ini sudah berdiri sejak tahun 1999. Tempe ysng akan dijual besok pagi diprosesnya sejak H-1 jual. Tempe bu asmawati ini disetorkan ke Pasar Puri Pati dan biasanya jika ada orang yang mau ada acara memesan tempe di Bu Asmawati ini.

  1. Penjual Kerupuk (Paini)

Ibu Paini memiliki usaha membuat Krupuk “Embak”sejak tahun 2018. Kerupuk embak ini disetorkan ke warung-warung terdekat dan juga menerima pesanan.

 

Penulis : Miftahur Rohmah

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan