Mahasiswa KKN-IK 2021 IAIN Kudus, Tanamkan Literasi Mengenai Modersi Keagamaan Pada Anak Di Desa Tambahagung Dengan Kegiatan Ngaji Rutinan

Kamis, 7 Oktober 2021

Pada era globalisasi ini tingkat kemauaan anak untuk belajar mengaji sangatlah rendah, berbeda dengan zaman kita dahulu yang selalu rutin untuk belajar mengaji setelah magrib. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya kesadaran akan petingnya mempelajari Al-Qur’an serta meluasnya alat digital seperti handphone adroid di kalangan anak-anak. Melihat adanya problematika tersebut, mahasiswa KKN-IK 2021 IAIN Kudus mencoba untuk tanamkan literasi moderasi keagamaan pada anak di Desa Tambahagung dengan kegiatan ngaji rutinan.

Kegiatan ngaji rutinan ini dilaksanakan setiap hari ba’da magrib sampai waktu menjelang isya’ di rumah ustazah Zumrotus Sholihah di Desa Tambahagung Dukuh Sono Rt 01 Rw 04 Kecamatan Tambakrom Kabupaten Pati (depan punden Syekh Nur Ahmad Ageng Sewo Negoro). Pembelajaran yang diajarkan tidak hanya mengaji Al-Quar’an dan Qiroati saja. Akan tetapi mahasiswa KKN-IK 2021 IAIN Kudus juga memberikan pendampingan pengajaran moderasi keagamaan dengan belajar menghafal surat pendek, bacaan wundhu dan sholat, bacaan wirid, yasin, persholatan, serta tidak lupa meminta anak-anak untuk mepraktikannya.

Pada acara ngaji rutinan anak-anak di Desa Tambahagung terlihat sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka begitu aktif dalam membaca, menghafalkan, dan mempraktikan apa yang diperintahkan oleh pembibimbingnya. Kegiatan ini mendapat respon baik dari masyarakat sekitarnya. Ustazah Zumrotus Sholihah selaku guru mengaji di Desa Tambahagung Dukuh Sono juga mengapresiasi kegiatan positif dari mahasiswa KKN-IK 2021 IAIN Kudus. Beliau berharap semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat serta kesedaran anak-anak terkait akan penting pentingnya mempelajari Al-Qur’an dan mengaji. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan syafaat bagi kita semua di akhirat nanti. Amiin.

 

Penulis: Anggi Dyana Fitri, Laila Nurul Hidayah, dan Miftahur Rohmah

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan